Proyek Abadi LNG Masela Dimulai, Pemerintah Janjikan Kompensasi

GEMAGAZINE – Setelah hampir tiga dekade, pemerintah memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional Abadi LNG di Blok Masela pada Kamis (16/7/2026). Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Presiden Prabowo Subianto menilai proyek tersebut akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pembangunan di kawasan timur Indonesia.

“Proyek strategis nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunan,” ujar Prabowo, dikutip Gemagazine dari situs Antara, Senin (20/7/2026).

Prabowo menegaskan pembangunan proyek harus berjalan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Menurutnya, Indonesia memiliki cadangan energi melimpah yang perlu dikelola optimal untuk memperkuat masa depan bangsa.

Proyek Abadi LNG bernilai sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp300 triliun. Pengembangannya dilakukan oleh INPEX Masela Ltd. bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd.

Mengenal Proyek Abadi LNG di Blok Masela

Proyek Abadi LNG mengembangkan gas alam dari Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Laut Arafura. Lokasinya sekitar 150 kilometer selatan Pulau Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Lapangan tersebut diperkirakan menyimpan 3,06 triliun kaki kubik gas dan 119 juta barel kondensat.

Gas akan diproduksi dan diolah menjadi liquefied natural gas (LNG) melalui fasilitas lepas pantai. Fasilitas tersebut terhubung dengan kilang LNG darat di Kepulauan Tanimbar. Produksi perdana ditargetkan berlangsung pada 2029–2030, dengan kapasitas mencapai 10,5 juta ton LNG per tahun. Sementara itu, pasokan untuk kebutuhan domestik diperkirakan mencapai 1,5 miliar kaki kubik gas per hari

Pemerintah menilai proyek ini memiliki posisi strategis karena akan menjadi salah satu sumber pasokan gas baru bagi Indonesia. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pengembangan Blok Masela diharapkan dapat mendukung hilirisasi gas, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta penerimaan negara.

Peluang bagi Masyarakat di Kawasan Indonesia Timur

Pemerintah memproyeksikan Proyek Abadi LNG memperkuat sektor energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan kawasan Indonesia Timur. Investasi sekitar Rp300 triliun tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung.

Di sisi lain, pembangunan proyek juga akan memanfaatkan sebagian lahan yang selama ini telah dikelola masyarakat secara turun-temurun. Menyikapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah akan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak.

Menurut Bahlil, pemerintah akan melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan kebijakan terkait bentuk kompensasi yang akan diberikan. Ia mengatakan masyarakat tidak hanya akan memperoleh ganti rugi atas lahan terdampak, tetapi juga manfaat dari pengembangan proyek tersebut.

“Tentu kami akan melaporkan dan meminta arahan Bapak Presiden agar masyarakat diberikan kompensasi, bukan hanya atas kerugiannya, tetapi juga agar mereka memperoleh keuntungan yang dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Bahlil saat groundbreaking Proyek Abadi LNG di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Meski demikian, manfaat ekonomi dan skema kompensasi masyarakat masih bergantung pada pelaksanaan proyek serta kebijakan lanjutan pemerintah. Proyek ini sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029–2030.

(MN/CHR)

By

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *