GEMAGAZINE – Selasa (02/06/2026) mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berkumpul dalam forum dialog terbuka yang diselenggarakan di Lapangan Spirit, Politeknik Negeri Jakarta. Forum ini merupakan bentuk tindak lanjut atas penanganan pelanggaran etika yang melibatkan salah satu mahasiswa PNJ.
Forum ini menghadirkan kedua pihak yang terlibat beserta salah satu orang tua mereka, dan perwakilan Direktorat PNJ. Fokus utama dialog terbuka ini untuk memperoleh transparansi dari pihak kampus terkait sanksi yang akan diberikan kepada kedua pihak.
“Fokus diskusi tadi adalah meminta transparansi dari pihak kampus terkait langkah konkret yang akan diambil dalam penanganan kasus ini,” ungkap Farrel, ketua BEM PNJ.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak BEM sangat mengecam kasus tersebut. Pelanggaran etika yang terjadi juga mendapat sorotan luas di kalangan mahasiswa, dan diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi mahasiswa dalam bertindak ke depannya.
“Setiap orang memiliki hak untuk memilih apa yang diinginkan. Namun, yang kami sesalkan adalah tindakan asusila yang dilakukan di lingkungan kampus secara terang-terangan, sehingga kami mengecam keras perbuatan tersebut,” papar Farrel.
Ia menambahkan bahwa dari peristiwa tersebut diperlukan adanya langkah preventif dari seluruh Ikatan Mahasiswa PNJ melalui awareness mengenai tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kampus.
Iwan Susanto, Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Jakarta turut memberikan pernyataan. Ia memastikan bahwa kedua pihak akan diarahkan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.
“Kita sepakat bahwa apapun yang terjadi di sini payung tertingginya adalah regulasi. Kita punya aturan pelanggaran-pelanggaran yang kondisinya akan kita maksimalkan berdasarkan aturan dan regulasi yang ada,” ujar Iwan Susanto.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus.
(NH)
