GEMAGAZINE – Program Studi Teknik Alat Berat PNJ bersama dengan BEM PNJ menggelar kegiatan nonton dan diskusi bersama film dokumenter Pesta Babi, Jumat (22/05/2026) di Bengkel Prodi Alat Berat PNJ. Kegiatan ini dimulai pukul 18.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa PNJ dari berbagai jurusan.
Dalam sesi diskusi, ketua Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) JADETABEK, Semifon Arison Kambue, menjelaskan bahwa film dokumenter tersebut mewakili realitas kondisi di Papua. Menurut Semifon pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Papua masih belum merata.
“Dari konteks kesejahteraan, itu belum ada bagi kami orang Papua. Singkatnya, kesejahteraan di tanah Papua belum terpenuhi,” Ujar Semifon.
Tival Godoras, Dosen Program Studi MICE PNJ yang pernah melakukan pengabdian di Papua, mengatakan pengambilalihan lahan di Papua dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui pendekatan militer maupun sipil.
“Pendekatan ada yang dilakukan secara militer dan sipil, tetapi caranya sama saja. Yang satu menggunakan senjata sedangkan yang lain menggunakan pendekatan yang lebih halus agar proyek tersebut bisa berjalan dengan baik,” pungkas Tival.
Ketua BEM PNJ, Muhammad Farrel, turut memberikan pendapat bahwa perubahan tidak bisa hanya diharapkan. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kesadaran diri mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Farrel juga menekankan pentingnya memahami kondisi rakyat Papua yang sebenarnya.
“Harapan dari Badan Eksekutif Mahasiswa, dengan adanya nonton bersama film ini mahasiswa dapat membuka cakrawala yang lebih luas dan dapat melihat sudut pandang dari orang asli Papua,” Jelas Farrel.
Ia juga menambahkan, melalui kegiatan ini mahasiswa diajak untuk lebih terbuka terhadap kondisi sosial di Papua. Diskusi tersebut menjadi bentuk solidaritas serta menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di tanah Papua.
(NARS)
