GEMAGAZINE – Dialog Direktur 2026 yang digelar pada Selasa (30/6/2026) membahas empat isu utama, yakni Satgas PPKPT, sarana prasarana kampus, program kerja sama, serta transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Forum ini dihadiri Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, serta jajaran pimpinan kampus.
Pada pembahasan satgas PPKPT, mahasiswa meminta kejelasan mengenai penanganan kasus yang sempat terhambat dua tahun dan keberlanjutan satgas PPKPT setelah masa transisi. Menurut Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PNJ, Nurul Intan Pratiwi, kasus yang terjadi pada 2024 hingga 2025 tetap diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“PPKPT ini memang baru mulai bekerja pada Februari 2026,” ujar Nurul Intan.
Selain itu, mahasiswa menyoroti pembangunan gedung Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (TIK), pemerataan sarana pembelajaran pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), kondisi fasilitas umum, serta pendanaan organisasi kemahasiswaan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PNJ, Syamsurizal, menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas kampus akan dilakukan secara bertahap.
“Kami sedang mengusulkan program SBSN untuk mendukung pengembangan fasilitas kampus. Setiap jurusan juga diminta menyampaikan kebutuhan fasilitas yang diperlukan,” ungkapnya.
Pihak kampus juga menjelaskan bahwa penetapan UKT mengacu pada ketentuan kementerian dengan mempertimbangkan 16 variabel, sedangkan IPI dikenakan kepada mahasiswa jalur mandiri sesuai regulasi yang berlaku. Keempat isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Dialog Direktur 2026 sebagai bahan evaluasi bagi pihak kampus.
(NH)
