Percepatan Jaringan 5G, Kunci Utama Transformasi Digital Indonesia

Foto: Raffaellen Martha Christy

GEMAGAZINE – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), secara resmi mengumumkan perkembangan terbaru lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempercepat implementasi 5G di indonesia.

Kemkomdigi menyatakan bahwa tiga operator seluler utama di Indonesia XLSmart, Indosat, dan Telkomsel telah resmi mendaftar sebagai peserta lelang. Ketertarikan ketiga operator ditunjukkan melalui  pengambilan akun sisteme-Auction pada akhir April lalu. dilansir Gemagazine dari situs resmi Antara, Senin (11/05/2026). 

Mengenal Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Pita 700 MHz (Low-Band) Dikenal sebagai digital dividend hasil dari migrasi TV analog ke digital (ASO). Frekuensi ini memiliki keunggulan pada jangkauan sinyal lebih luas. Karakter ini membuatnya dinilai efisien untuk menembus hambatan fisik seperti bangunan padat, sehingga sangat ideal untuk menjangkau daerah pelosok. 

Sementara itu, Pita 2,6 GHz (Mid-Band) lebih unggul dalam sisi kapasitas jaringan. Frekuensi ini sangat ideal untuk menopang kecepatan transmisi data skala besar yang menjadi syarat mutlak kecanggihan teknologi 5G. Kombinasi keduanya diharapkan dapat memastikan layanan internet lebih cepat.

Menkomdigi, Meutya Hafid, menegaskan bahwa “Dengan dibentuknya tim seleksi melalui Kepmen kemarin maka proses ini (lelang frekuensi) sudah resmi dimulai. Dengan harapan tentunya adalah bagaimana perluasan dari layanan 4G dan 5G bisa lebih banyak lagi dirasakan hingga ke pelosok,” Dilansir Gemagazine dari dari situs resmi Antara, Senin (11/05/2026). 

Peluang dan Tantangan 5G di Indonesia

Global System for Mobile Communications Association (GSMA) memperkirakan bahwa investasi di sektor 5G dapat menyumbang hingga 41 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode 2024-2030. Selain dampak ekonomi, teknologi ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan dan peluang usaha yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meski adopsi 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal, peluang untuk melakukan lompatan transformasi digital sangat terbuka lebar. Keberhasilan agenda ini akan bergantung pada kolaborasi kuat antara pemerintah, operator, dan penyedia teknologi dalam menciptakan ekosistem yang sehat. Keputusan pengelolaan jaringan digital saat ini dipercaya akan menentukan kualitas daya saing bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

(DEAR)

By

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *