WHO Tetapkan Ebola sebagai Status Darurat Global

Foto: Pexels

GEMAGAZINE – Wabah Ebola yang menyebar di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menyebabkan 220 kematian. Hal ini disampaikan oleh World Health Organization (WHO) pada Senin, 25 Mei 2026.

Penyakit Ebola adalah virus yang ditularkan kepada manusia dari hewan liar seperti kelelawar buah, landak, dan primata nonmanusia. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, tempat tidur, dan pakaian dari orang yang terinfeksi. Wabah Ebola dikonfirmasi di RD Kongo dan Uganda pada Mei 2026, dilansir Gemagazine dari World Health Organization pada Senin (22/6/2026).

WHO juga telah menyatakan wabah Ebola sebagai keadaan darurat kesehatan yang menjadi perhatian internasional. Namun, spesies Ebola Bundibugyo belum memiliki vaksin yang terbukti efektif, dilansir Gemagazine dari BBC News pada Senin (22/6/2026).

Bantuan Guna Memerangi Ebola di Afrika

Di tengah krisis tersebut, organisasi The Overseas Aid and Development Commission (OA&DC), yang didirikan oleh Negara Guernsey, menyumbang sebesar £50.000 (sekitar Rp1 miliar). Donasi tersebut akan mendanai alat pelindung diri (APD) yang akan melindungi para petugas kesehatan.

Wakil The Overseas Aid and Development Commission, Jennifer Strachan, juga mengatakan bahwa Ebola bukan hanya masalah RD Kongo karena penyakit menular tidak mengenal batas negara.

Pemerintah China juga turut memberikan bantuan berupa tim medis, obat-obatan, dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke RD Kongo. Langkah ini dilakukan saat kasus Ebola di negara tersebut terkonfirmasi melebihi 1.000 kasus, dilansir Gemagazine dari Antara News pada Senin (22/6/2026).

Pencegahan dan Pengendalian

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko dan langkah-langkah perlindungan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi penularan antarmanusia. Salah satunya adalah mengurangi risiko penularan dari satwa liar kepada manusia melalui kontak dengan kelelawar buah atau kera yang terinfeksi. Mengonsumsi daging mentah hewan tersebut juga berisiko menularkan virus.

Kontak fisik yang dekat dengan pasien Ebola juga harus dihindari. Pasien harus diisolasi di pusat perawatan yang ditunjuk untuk menghindari penularan di rumah. Bagi orang-orang yang telah melakukan kontak dengan seseorang yang telah terinfeksi, mereka perlu memantau kesehatan selama 21 hari.

Meski begitu, WHO menyarankan agar tidak memberlakukan pembatasan perjalanan atau perdagangan ke Republik Demokratik Kongo dan Uganda. WHO akan terus memantau dengan cermat langkah-langkah perjalanan dan perdagangan terkait wabah Ebola ini.

(ASN/SRP)

By

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *