Workshop merangkai Bunga Jadi Tren Healing Anak Muda

foto: Freepik

GEMAGAZINE — Aktivitas healing di kalangan anak muda kini tidak hanya dilakukan melalui hiburan digital atau liburan singkat. Di tengah rutinitas yang padat, sebagian memilih kegiatan kreatif yang memungkinkan mereka beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari. Workshop merangkai bunga menjadi salah satu aktivitas yang belakangan banyak diminati.

Tren tersebut berkembang seiring meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu kesehatan mental. Merangkai bunga dianggap mampu menghadirkan suasana tenang karena prosesnya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru. Aktivitas ini kemudian dimanfaatkan sebagai alternatif healing yang berbeda dari bentuk relaksasi instan.

Selama merangkai bunga, peserta terlibat langsung dalam proses memilih dan menyusun elemen visual. Kegiatan tersebut menuntut fokus pada hal-hal sederhana yang sedang dikerjakan. Kondisi ini menunjukkan kecenderungan anak muda mencari bentuk healing yang lebih terarah dan berbasis pengalaman langsung.

Workshop Merangkai Bunga sebagai Ruang Relaksasi

Workshop merangkai bunga kini dimanfaatkan anak muda sebagai ruang relaksasi yang bersifat personal. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman sensorik melalui warna, aroma, dan sentuhan bunga yang menenangkan. Tidak sedikit peserta yang mengikuti workshop karena ingin mencari suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Penelitian mengenai floricultural therapy menunjukkan bahwa aktivitas yang melibatkan bunga dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Terapi ini memanfaatkan stimulasi visual dan aroma bunga untuk menumbuhkan rasa tenang serta keseimbangan emosional, dilansir Gemagazine dari jurnal Floricultural Therapy: A Blooming Approach to Mental Health, Jumat (10/1/2025).

Aktivitas merangkai bunga menuntut perhatian pada detail seperti warna, bentuk, dan susunan bunga. Proses tersebut membuat peserta mengikuti setiap tahap secara perlahan dan terarah. Fokus ini membantu mengurangi distraksi dari rutinitas harian yang kerap menimbulkan tekanan.

Merangkai Bunga dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Dampak merangkai bunga terhadap kesehatan mental dirasakan melalui keterlibatan peserta selama prosesnya. Aktivitas ini menuntut konsentrasi pada detail seperti pemilihan warna dan bentuk bunga. Fokus tersebut membuat peserta secara tidak langsung mengurangi distraksi dari tekanan di luar kegiatan.

“Sebenernya feel healing-nya dapet karena kita sibuk banget jadinya ya milih warna & bunga yang pas buat di campur. tapi di satu sisi lumayan kita bisa ngerangkai bunga sendiri nantinya dan bisa buat diluar dari acara ini.” ujar Pradjna Kirana

Selain menghadirkan ketenangan selama proses, merangkai bunga juga memberi kepuasan setelah kegiatan selesai. Hasil rangkaian yang dibuat sendiri dinilai memiliki nilai personal lebih tinggi. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa dampak emosional tidak hanya muncul saat workshop berlangsung, tetapi juga berlanjut setelahnya.

Alasan Anak Muda Memilih Aktivitas Kreatif

Anak muda cenderung memilih aktivitas healing yang memberi pengalaman langsung dan ruang ekspresi diri. Merangkai bunga menawarkan proses kreatif tanpa tuntutan kesempurnaan. Aktivitas ini lebih menekankan keterlibatan emosional dibandingkan pencapaian hasil.

“Merangkai bunga menurutku kegiatan lagi trendy ya apalagi ala-ala cewek coquette, kegiatan yang feminim banget cewek-cewek banget lah. Terus selama kegiatan itu juga ga boring karena selama workshop belajar jenis2 bunga, jenis kertas wrappingnya, tools, tata cara ngerangkai, sampai ke hal detail biar si bunganya tetap fresh.” ujar Clarisa.

Walaupun tidak selalu dianggap sebagai bentuk healing utama, merangkai bunga tetap relevan bagi anak muda yang mencari ketenangan emosional. Pengalaman visual dan aroma bunga menjadi faktor yang menghadirkan rasa nyaman selama kegiatan berlangsung.

Tren workshop merangkai bunga mencerminkan perubahan cara anak muda merawat kesehatan mental. Healing tidak lagi sekadar pelarian sesaat, melainkan proses mengenal diri dan emosi secara perlahan. Aktivitas kreatif pun menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk mencari keseimbangan hidup.

By GEMAGAZINE

GEMA merupakan salah satu Badan Otonom (BO) di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang bergerak dalam bidang penyampaian informasi atau Pers. Berdiri sejak tahun 1997.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *