GEMAGAZINE – Sejak sebelum acara dimulai, sorak-sorai dan suara riang sudah terdengar dari berbagai sudut area Festival Kampung Dongeng. Dengan penuh antusias, mereka menunggu rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang acara.
Di tengah keramaian tersebut, terlihat keluarga-keluarga kecil yang berkumpul, beberapa mengenakan pakaian dengan warna senada sambil menemani anak-anak menikmati suasana festival. Keceriaan tidak hanya terlihat dari wajah anak-anak, para orang tua pun tampak menikmati setiap rangkaian acara yang berlangsung, sesekali mengabadikan momen melalui telepon genggam.
Suasana hangat tersebut mewarnai Festival Kampung Dongeng yang digelar sebagai bagian dari perayaan 17 tahun Kampung Dongeng. Melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas interaktif, festival ini menjadi ruang bagi anak dan keluarga untuk belajar, bermain, serta menikmati kebersamaan melalui cerita.
Merayakan 17 Tahun Menjaga Dunia Anak
Festival ini digelar sebagai perayaan 17 tahun Kampung Dongeng, berlangsung di 50 titik berbagai kota di Indonesia secara bergantian sepanjang bulan Mei. Mengusung tema “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga”, Kampung Dongeng ingin menghadirkan pengalaman bercerita yang juga membangun kedekatan antaranggota keluarga.
Berbagai aktivitas mewarnai perayaan ini, mulai dari dongeng, rumah boneka, tarian, kreasi, games, hingga penampilan Quin Salman sebagai guest star. Menurut Awam, founders Kampung Dongeng Indonesia, daya tarik sebuah dongeng terletak pada cara penyampaian yang mampu melibatkan anak-anak secara aktif.
“Saya tadi membawakan satu dongeng memiliki pesan kreativitas dan ketangguhan. Saya membawakan dengan bermacam suara dan kreativitas gerak dan juga keterlibatan anak-anak sehingga akan sulit dikatakan dongeng itu tidak menarik,” ujar Awam.
Antusiasme anak-anak terlihat saat sesi dongeng berlangsung, beberapa anak tampak berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat tangan tinggi-tinggi untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pendongeng. Tawa juga sesekali pecah saat sebuah dongeng dibawakan dengan berbagai karakter suara dan gerakan.
“Apabila orang tua, relawan dan para pendongeng itu kreatif maka apa yang disampaikan bisa masuk ke telinga anak-anak dan ke dalam hati mereka,” ungkap Awam.
Kreativitas dalam bercerita rupanya bukan hanya soal hiburan semata, melainkan menjadi pintu masuk bagi pembentukan karakter anak sejak dini. Sebab di balik setiap dongeng yang dibawakan, selalu ada nilai dan pesan yang menunggu untuk diserap.
Dongeng Sebagai Nutrisi Karakter Anak
Di balik keceriaan yang terlihat sepanjang Festival Kampung Dongeng, setiap dongeng yang dibawakan selalu membawa nilai dan pesan untuk anak-anak. Dongeng bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk mengembangkan karakter sosial sejak usia dini.
Menurut Awam, dongeng menjadi vitamin dan nutrisi bagi anak-anak, bukan semata-mata sekadar hiburan. Di tengah perkembangan teknologi, tantangan untuk pembentukan karakter anak semakin penting karena dongeng juga harus bersaing dengan daya tarik gadget yang begitu kuat.
“Dongeng menjadi tujuan, yang pertama adalah untuk penguatan karakter mereka, sebagai pondasi. Kedua sebagai nilai-nilai untuk mereka berkembang secara baik,” ujar Awam.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Indah, salah satu orang tua yang hadir pada festival, yang menilai kegiatan seperti ini penting untuk mengisi waktu anak dan membantu mereka berinteraksi dengan lingkungan sosial.
“Kegiatan seperti ini penting untuk anak-anak biar mereka bisa bersosialisasi, nggak handphone aja,” ujar Indah.
Semangat itulah yang sejak awal mendorong Kampung Dongeng terus hadir dan berkembang hingga menjangkau berbagai pelosok Indonesia. Sebab bagi mereka, selama masih ada anak-anak yang perlu dijaga dan dipandu, dongeng akan selalu punya tempat untuk tumbuh.
Cerita yang Terus Bertumbuh
Di balik perkembangannya yang kini menjangkau lebih dari 200 titik di seluruh Indonesia, Kampung Dongeng berdiri dari sebuah keresahan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan karakter pada anak.
“Menurut saya, ini berawal dari sebuah keresahan. Setiap orang dewasa yang masih memiliki kepedulian terhadap dunia anak-anak memiliki dua tugas utama, yaitu menjaga dan memandu,” ujar Awam.
Menurut Awam, menjaga berarti memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sementara memandu berarti membantu anak untuk menemukan arah serta pedoman dalam proses tumbuh kembangnya. Peran ini dinilai penting, apalagi di era gempuran teknologi digital.
Dari keresahan tersebut, Kampung Dongeng Indonesia kemudian berkembang menjadi sebuah komunitas yang melibatkan banyak relawan. Tingginya empati dan kesadaran dari masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat komunitas ini terus berkembang dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
“Jika sebelumnya dongeng hanya hadir dari panggung ke panggung, kini dongeng juga kembali hadir di rumah. Dengan demikian, anak-anak memiliki lebih banyak ruang ramah anak, baik di lingkungan rumah maupun melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan Kampung Dongeng,” jelas Awam.
Perjalanan komunitas ini tidak hanya dilihat dari luasnya jangkauan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan langsung oleh para peserta. Banyak dari mereka yang dahulu hanya sebagai pendengar di sanggar, kini aktif menjadi relawan dan penggerak komunitas Kampung Dongeng Indonesia.
Ketika Dongeng Meninggalkan Cerita
Festival Kampung Dongeng tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Afikah, salah satu peserta, senang mengikuti kegiatan ini, terutama aktivitas DIY (Do It Yourself) yang memberikan kesempatan baginya untuk berkreasi.
“Aku suka kegiatan DIY, soalnya seru dan menyenangkan,” ujar Afikah.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Elvira yang mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru di festival ini. Kehadiran Quin Salman sebagai guest star menambah semangat dan keceriaan Elvira serta anak-anak lain dalam mengikuti setiap rangkaian acara.
“Perasaannya senang soalnya dapat mencoba hal baru, tadi juga ada Kak Quin,” jelas Elvira.
Tidak hanya anak-anak, para orang tua juga melihat kegiatan ini sebagai ruang belajar yang bermakna. Indah, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya, menilai bahwa kegiatan ini memberi banyak wawasan bagi tumbuh kembang anak.
“Untuk menambah wawasan anak-anak mendengarkan dongeng-dongeng,” ujar Indah.
Di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat, Kampung Dongeng berupaya menjaga agar cerita tetap hidup. Sebab dari sebuah cerita, nilai, imajinasi, dan karakter dapat tumbuh bersama anak-anak yang kemudian akan menjadi generasi penerus bangsa.
(AAR/NARS)
