Puisi

Batas Kebebasan

Seseorang pernah bilang kepadaku,

bahwa kebebasan adalah tidak pernah dilahirkan atau hidup tetapi mati muda,

kurasa tidak dua-duanya,

kebebasan bukan logika monoteistik yang biner.

Sebab hari ini aku sedang bernapas,

dan tawaku masih sering terlepas,

dari bibir yang sedikit-sedikit tersenyum tipis,

pun pikiran yang berusaha menepis.

Ada banyak sekali batas,

bahkan burung belibis pun tak mampu menembus,

seperti perempuan yang katanya harus di dapur,

atau lelaki yang tidak boleh menangis. 

Tapi ketahuilah, kawanku,

aku ingin menjadi seorang manusia tanpa ragu,

dengan kemerdekaan sebetul-betul,

karena dunia ini sudah penuh sesak oleh belenggu.


Kontributor: Rifqa Nisyardhana

Penyunting: Sevilla Nouval Evanda

Sumber ilustrasi: Unsplash

GEMA merupakan salah satu Badan Otonom (BO) di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang bergerak dalam bidang penyampaian informasi atau Pers. Berdiri sejak tahun 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *