• LENSPEDIA

    Mengenal Film Ortokromatik: Karakteristik dan Keunikan dalam Fotografi Analog

    GEMAGAZINE – Dilansir dari buku The Photography of Colored Objects karya Eastman Kodak Company, film ortokromatik pertama kali dikembangkan pada tahun 1873 oleh Vogel. Ia menciptakan emulsi film yang disensitisasi dengan menambahkan pewarna, seperti warna eosin atau erythrosine agar peka terhadap warna hijau-kuning, selain biru-ungu. Nama “ortokromatik” mencerminkan tujuan untuk meningkatkan ketepatan reproduksi warna, meskipun belum mencakup seluruh spektrum cahaya tampak. Karakteristik Utama 1. Sensitivitas Spektral yang Tidak Merata Dilansir dari buku yang sama, film ortokromatik memiliki respons spektral yang tidak seimbang. Film ini sangat sensitif terhadap biru-ungu (sekitar 40 kali lebih dominan dibanding hijau), nyaris tidak peka terhadap biru-hijau,…