LENSPEDIA

Mengenal Komposisi Foto: Point of View

GEMAGAZINE — Fotografi bukan sekadar aktivitas menangkap cahaya, melainkan sebuah instrumen komunikasi visual yang vital dalam dunia jurnalistik. Salah satu elemen kunci yang menentukan keberhasilan foto berita dalam menyampaikan pesan adalah point of view (POV) atau sudut pandang pengambilan gambar.

Menurut para ahli, foto jurnalistik merupakan perpaduan antara kata dan gambar yang membentuk satu kesatuan komunikasi. Dalam konteks ini, POV berperan sebagai “mata” jurnalis yang menentukan bagaimana pembaca berinteraksi dan merasakan emosi dari sebuah peristiwa. Sebuah foto harus mampu meninggalkan kesan visual yang mendalam sebagai bahan interpretasi bagi pembacanya.

Secara teknis dan jurnalistik, terdapat beberapa klasifikasi POV yang sering digunakan untuk memperkuat nilai berita:

Foto: Muhammad Harfan Ath-thoriq
  1. Eye Level (Sudut Pandang Sejajar)

Merupakan sudut pandang yang paling netral, ketika kamera berada sejajar dengan mata subjek. Dalam jurnalisme, POV ini menciptakan kesan kesetaraan dan kejujuran, seolah pembaca berada langsung di lokasi kejadian.

  1. High Angle (Sudut Tinggi)

Kamera diletakkan pada posisi yang lebih tinggi dari subjek. Secara psikologis, teknik ini sering digunakan untuk menunjukkan skala sebuah massa (seperti dalam berita umum atau demonstrasi) atau memberikan kesan subjek yang ringkih dan memerlukan perhatian lebih.

  1. Low Angle (Sudut Rendah)

Dengan menempatkan kamera lebih rendah dari subjek, jurnalis dapat menciptakan kesan subjek yang dominan, kuat, dan heroik. Sudut ini sangat efektif digunakan dalam foto spot news untuk memberikan dampak dramatis pada peristiwa yang sedang berlangsung.

  1. Bird’s Eye View (Mata Burung)

Diambil dari ketinggian yang ekstrem. POV ini sangat krusial dalam melaporkan peristiwa berskala besar, seperti bencana alam atau pemetaan lokasi kejadian, guna memberikan informasi menyeluruh (5W+1H) kepada masyarakat dalam waktu singkat.

  1. Worm’s Eye View (Mata Cacing)

Kamera berada sangat dekat dengan permukaan tanah. Teknik ini sering digunakan dalam foto esai (photo essay) bertema human interest untuk memberikan perspektif unik yang jarang terlihat oleh mata manusia, sehingga mampu menarik perhatian pembaca secara instan.Oleh karena itu, seorang jurnalis foto tidak hanya bertugas mencari foto yang aktual, tetapi juga harus memahami bagaimana “sebuah foto dapat bercerita” melalui pemilihan sudut pandang yang relevan dengan kehidupan pembacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *